Anak Alergi Cokelat? Ketahui Ciri-Ciri dan Penanganannya

Sebagai jenis camilan yang cukup digemari banyak orang, terutama anak-anak, cokelat dan berbagai olahannya bisa dengan mudah ditemukan di berbagai minimarket. Mulai dari cokelat batang hingga minuman rasa cokelat. Sayangnya, tidak semua bisa mengonsumsinya karena alergi cokelat pada anak yang mungkin saja terjadi.

Apalagi anak belum terlalu mahir mengutarakan apa yang ia rasakan dan alami, sehingga orang tualah yang perlu lebih jeli mengamati perubahan yang terjadi jika anak punya alergi cokelat. Karena itu, ketahui dulu tanda-tanda anak alergi cokelat dan cara menanganinya.

Alergi Cokelat atau Alergi Kandungannya?

Alergi makanan adalah salah satu gangguan pencernaan yang sangat umum dialami anak-anak dan biasanya akan bertahan hingga mereka dewasa, termasuk alergi terhadap cokelat. Meski memang jarang, alergi cokelat ini bisa jadi dipicu oleh kandungan yang ada di dalam produk berbahan cokelat dan bukan kakao yang jadi bahan dasar cokelat itu sendiri.

Umumnya, produk yang mengandung cokelat juga memiliki kandungan susu, gula, kacang, kafein, dan pewarna makanan. Sehingga, mungkin saja anak alergi terhadap salah satu kandungan atau bahkan lebih.

Anak Alergi Cokelat atau Sensitif terhadap Cokelat?

Selain mengetahui kandungan yang memicu alergi pada anak, orang tua juga sebaiknya mengetahui apakah anak memang alergi cokelat atau sistem pencernaannya yang cenderung sensitif.

Pasalnya, jika memiliki alergi terhadap cokelat atau salah satu kandungan di dalamnya, senyawa histamin yang dilepaskan saat mengonsumsi cokelat akan menimbulkan reaksi alergi mulai dari ringan hingga berat, seperti:

  • Gatal-gatal
  • Sesak napas
  • Muntah
  • Bibir, hidung, tenggorokan membengkak
  • Kram perut

Pada kondisi yang lebih mengkhawatirkan, alergi cokelat pada anak dapat memicu reaksi anafilaksis yang mengancam nyawa. Anafilaksis sendiri dapat memiliki gejala antara lain rasa pusing, jantung berdebar, napas pendek atau bahkan kesulitan mengambil napas, hingga kehilangan kesadaran.

Gejala Anak Sensitif pada Cokelat

Sementara itu, ciri-ciri pencernaan anak yang intoleran terhadap cokelat antara lain:

  • Konstipasi atau sembelit
  • Perut kembung
  • Munculnya ruam pada kulit
  • Munculnya jerawat
  • Sakit perut

Gejala-gejala ini cenderung tidak membahayakan nyawa anak dan tidak separah jika anak alergi cokelat. Sensitivitas terhadap cokelat juga merupakan gangguan pencernaan ringan, sehingga orang tua hanya perlu mengawasi jumlah konsumsi cokelat pada anak.

Mengatasi Alergi Cokelat pada Anak

Jika yang terjadi pada anak adalah pencernaan yang sensitif terhadap cokelat, maka penanganannya bisa dilakukan di rumah. Mulai dari menghindari cokelat atau membatasi konsumsi cokelat.

Namun, tentu saja ini perlu didiskusikan terlebih dulu dengan dokter anak. Selain untuk mengetahui dengan persis apa yang memicu alergi, orang tua juga bisa jadi lebih berhati-hati saat menyiapkan makanan atau membeli di luar. Tak jarang makanan dalam kemasan mengandung bahan-bahan yang dapat memicu reaksi alergi.

Jika anak juga sudah berusia lebih dewasa, orang tua juga perlu memberi penjelasan tentang alergi cokelat yang dimiliki anak. Sehingga, mereka juga bisa lebih waspada dengan apa yang mereka makan meski tidak berada dalam pengawasan orang tua. 

Memahami pemicu dan reaksi negatif yang muncul dari alergi cokelat pada anak juga penting agar semua pihak lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan jika suatu saat kecolongan. Agar bisa mengetahui lebih lanjut tentang alergi cokelat, konsultasikan langsung dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasinya sekarang di Google Play Store maupun App Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *