Perbedaan Cara Penularan Influenza dan Cara Penularan Covid-19

Baik cara penularan influenza yang memang agak mirip dengan Covid-19 hingga gejalanya, kedua penyakit ini memang sekilas tampak serupa. Tapi, influenza dan Covid-19 merupakan dua penyakit yang berbeda. Bahkan meski influenza pernah menjadi pandemi di masa lalu, obat untuk mengatasinya sudah ditemukan. Sayangnya, hal ini tidak berlaku dengan Covid-19.

Hingga kini, penelitian tentang Covid-19 masih dilakukan. Apalagi mengingat cepatnya virus ini memunculkan mutasi varian baru. Manusia seolah diajak berlomba-lomba dengan virus ini. Persamaan dan perbedaan antara influenza dengan Covid-19 sudah seharusnya jadi pegangan bagi masyarakat untuk mengetahui seperti apa saja cara penularan kedua penyakit ini.

Penularan yang Lebih Cepat

Covid-19 disebut sebagai penyakit yang lebih mudah ditularkan pada orang lain karena memiliki karakter asimptomatik pada beberapa orang. Asimptomatik adalah karakter tanpa gejala pada sebuah penyakit. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa penderita Covid-19 yang disebut sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) karena terjangkit virus Corona namun tak menunjukkan ciri-ciri apapun.

Sebenarnya influenza pun bisa jadi asimptomatik, tapi ketika influenza tersebar, maka ia masih bisa ditangani bahkan untuk orang dengan komorbid sekalipun. Sayangnya, ini nggak sama dengan Covid-19. Jika OTG menularkan Covid-19 pada orang dengan komorbid, maka risiko kematian yang ditulari akan lebih tinggi.

Masa Inkubasi Influenza vs Covid-19

Influenza memiliki masa inkubasi sekitar 3 hari, sehingga individu yang terjangkit bisa segera menyadari dan melakukan tindakan pengobatan dan pencegahan penularan. Sementara itu Covid-19 memiliki masa inkubasi 5 hari bahkan hingga 14 hari. Alhasil, pada masa-masa tersebut bisa saja pasien Covid-19 tidak menyadari kalau mereka sudah menularkan virus ke orang lain.

Jumlah Orang yang Ditularkan

Sebagai salah satu penyakit yang dianggap cukup ringan, satu orang dengan influenza dapat menularkan virusnya ke 1 hingga 1,3 orang. Sedangkan, angka ini justru lebih tinggi pada penderita Covid-19. Orang dengan virus Corona dapat menularkan virus ini hingga 2 kali lipat, yakni pada 2,5 orang.

Apalagi jika orang-orang tersebut tidak mematuhi protokol kesehatan yang diwajibkan oleh WHO seperti menjaga jarak, menggunakan masker, hingga mencuci tangan sebelum dan setelah memegang sesuatu.

Lokasi Penularan

Influenza tidak berbahaya ketika seseorang berada di dekat penderitanya pada jarak jauh, bahkan di dalam satu ruangan tertutup sekalipun. Namun, pada virus Corona, risiko terjangkit akan lebih tinggi ketika Anda berada di ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk dengan mereka.

Itulah mengapa persebaran virus Corona juga bisa lebih tinggi di dalam ruangan yang ber-AC. Apalagi jika yang menderita dan orang lain tidak menggunakan masker. Meskipun ada social distancing, risiko terjangkit penyakit tersebut masih tetap ada. Sehingga, masyarakat pun diminta untuk tetap menggunakan masker meskipun berada di dalam ruangan indoor demi menekan penularan virus Corona.

Hal ini jarang sekali ditemukan pada influenza. Sebab, selama Anda tidak berhadapan langsung tanpa pelindung seperti masker, berada dalam satu ruangan ber-AC dengan penderita influenza bukan suatu masalah yang berarti.

Nggak heran jika pemerintah dan lembaga-lembaga kesehatan lainnya menganjurkan agar Anda tetap berada di rumah. Pun jika hendak keluar sebaiknya beraktivitas di ruangan terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Sedangkan, jika harus berada di dalam ruangan, masker sebaiknya tetap digunakan, social distancing dipraktikkan, dan pastikan untuk tetap menjaga higienitas diri.

Cara penularan influenza yang tidak kasat mata inilah yang perlu diperhatikan. Tetap jaga jarak dan terapkan pola hidup sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *