Cara Mengatasi Trypanophobia dengan Terapi dan Nonterapi

Cara Mengatasi Trypanophobia dengan Terapi dan Nonterapi

Trypanophobia merupakan kondisi mental akibat takut berlebihan terhadap jarum suntik yang umum digunakan dalam vaksinasi termasuk vaksinasi Covid-19.

Penyebab terjadinya kondisi ini adalah adanya trauma-trauma yang dialami, baik karena trauma akibat kesalahan prosedur dalam penyuntikan sehingga mengakibatkan rasa sakit yang terus-menerus diingat hingga trauma yang berasal dari masa kecil.

Untuk gejalanya adalah si pengidap akan mengalami pusing, tidak bisa tidur, hipertensi mendadak bahkan pingsan jika menghadapi rupa si jarum suntik saat vaksinasi.

Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan tidak maunya si pengidap fobia memeriksakan diri untuk diberikan pencegahan di berbagai layanan kesehatan sekalipun itu gratis.

Akibatnya, pemberian vaksinasi sebagai salah satu langkah pencegahan terkena virus menjadi tertunda, dan orang tersebut di masa yang akan datang akan mudah terkena.

Selain itu, fobia ini sendiri dapat menyebabkan program pencegahan penyakit yang dicanangkan pemerintah menemui kegagalan sehingga target kekebalan kelompok tidak tercapai.

Cara mengatasi fobia jarum

Supaya si penderita fobia tidak terus-menerus mengidap kondisi ini terdapat cara-cara yang bisa mengatasi jika dilakukan dengan benar. Cara-cara tersebut berupa terapi yang umumnya dilakukan oleh psikolog. Berikut cara-caranya!

Terapi perilaku kognitif

Ini adalah semacam terapi, dengan si pengidap fobia dieksplorasi fobianya lalu dicarikan teknik paling tepat untuk mengatasinya.

Pada terapi ini biasanya psikolog akan membantu penderita mengendalikan rasa takut untuk menguasai pikiran dan perasaan.

Terapi pemaparan

Terapi ini berfokus pada perubahan respons fisik dan mental dalam menghadapi fobia. Caranya adalah dengan bertahap.

Pertama si psikolog atau terapis akan menunjukkan foto jarum suntik, mengarahkan penderita berdiri di dekat jarum suntik, memegang lalu membayangi.

Terapi obat

Ini adalah terapi terakhir yang biasanya diberikan kepada pengidap jika ternyata dua terapi sebelumnya tidak cocok.

Obat yang biasa diberikan adalah obat penenang dan obat antikecemasan yang dapat mengurangi fobia jarum suntik.

Cara mengatasi selain terapi

Selain dengan terapi khusus ada beberapa cara lain yang Anda bisa gunakan untuk mengatasi trypanophobia. Cara-cara dapat Anda terapkan saat Anda sedang akan divaksinasi namun masih mengalami perasaan takut berlebihan tersebut. Berikut caranya!

Perhatikan jadwal vaksinasi

Mengetahui dan memperhatikan jadwal vaksinasi yang Anda miliki akan membantu Anda meminimalkan rasa takut yang berlebihan terhadap jarum suntik.

Sebab, Anda bisa mempersiapkan diri secara fisik dan mental sembari berkonsultasi pada ahlinya untuk mengatasi hal ini.

Jangan terlalu dipikirkan

Anda sebaiknya mulai bersikap masa bodoh mengenai jarum suntik yang akan digunakan dalam vaksinasi karena semakin Anda memikirkannya, semakin besar pula rasa takut yang Anda miliki sehingga Anda akhirnya tidak jadi vaksinasi.

Karena itu bersikap masa bodoh saja atau yakinkan saja bahwa Anda pernah melakukan hal ini sebelumnya, dan bisa menaklukkannya.

Fokus pada efek positif yang dihasilkan

Jangan sampai Anda terpengaruh oleh pikiran-pikiran negatif mengenai jarum suntik yang malah semakin membuat Anda takut. Pikirkan saja efek positif yang akan Anda dapatkan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar Anda.

Alihkan perhatian

Ketika Anda sudah mantap divaksinasi namun masih sedikit mengalami fobia jarum suntik, Anda bisa melakukannya dengan mengalihkan perhatian dari jarum suntik saat menunggu giliran atau saat disuntik.

Cara ini setidaknya akan membuat Anda bisa menghilangkan fobia ketika Anda ternyata berhasil disuntik dengan jarum.

Relaks

Tenangkan pikiran Anda, lemaskan otot-otot, dan tarik napas perlahan lalu embuskan saat hendak divaksin supaya Anda tidak merasa tegang hanya karena jarum suntik.

Beri tahu vaksinator jika Anda mengalami trypanophobia, dan mereka akan membantu Anda melalui masa yang bagi Anda menakutkan tersebut dengan durasi yang sebentar saja.

Ada Berapa Jenis Psikolog Jakarta yang Harus Diketahui?

Bidang psikologi yang dapat dipelajari lebih dalam ada banyak, termasuk psikologi industri dan organisasi, psikologi klinis anak dan dewasa, serta psikologi pendidikan. Setelah menyelesaikan pendidikan lebih lanjut tersebut, psikolog akan memiliki gelar Magister Psikologi (M.Psi). Berikut ini adalah jenis-jenis psikolog.

Konsultasi psikologi dapat membantu mengatasi tekanan mental hingga gangguan mental
  1. Psikolog industri dan organisasi

Psikolog industri dan organisasi (PIO) mempelajari perilaku di tempat kerja serta membantu menyaring karyawan terbaik untuk posisi tertentu, dan meningkatkan produktivitas karyawan di suatu perusahaan atau organisasi. Biasanya, pemeriksaan ini merupakan bagian dari medical check up karyawan. Selain itu, PIO juga mempunyai tugas untuk membuat program pelatihan bagi karyawan perusahaan untuk meningkatkan pengetahuan dan skill, memaksimalkan efisiensi, dan mengurangi kerugian perusahaan.

  1. Psikolog Pendidikan

Psikolog pendidikan mempelajari bagaimana seseorang belajar. Psikolog pendidikan dapat ikut serta dalam membuat instruksi dan strategi untuk mengajar. Sebagian besar psikolog pendidikan juga mempelajari mengenai bakat dan masalah kemampuan belajar seseorang, serta bagaimana faktor sosial, kognitif, dan emosional berpengaruh pada kemampuan belajar seseorang.

  1. Psikolog klinis

Psikolog klinis memeriksa, mendiagnosis, serta merawat pasien yang menderita masalah kesehatan mental dan tekanan psikologis, menggunakan psikoterapi dan konseling. Biasanya, psikolog klinis bekerja di rumah sakit, klinik kesehatan mental, atau praktik sendiri. Psikolog klinis dapat memiliki keahlian spesifik di bidang kesehatan mental dewasa atau anak, ataupun memiliki spesialisasi dalam bidang pengobatan terhadap penyalahgunaan obat-obatan.

  1. Psikolog sosial

Psikolog sosial mempelajari dan menelaah perilaku dan pola pikir suatu kelompok di masyarakat. Ahli psikologi sosial juga dapat meneliti bagaimana sikap, penilaian, cara komunikasi, hubungan interpersonal, dan perilaku agresif dapat muncul di suatu kelompok masyarakat.

Jika ingin mengetahui kondisi psikis, Anda bisa berkonsultasi dengan psikolog. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan oleh psikolog.

  1. Melakukan wawancara psikologis dan psikotes

Psikolog akan memeriksa dan menilai kemampuan intelektual dan kesehatan mental seseorang melalui wawancara psikologis dan psikotes. Dari pemeriksaan tersebut, psikolog dapat mengevaluasi tingkat intelektual, kelebihan dan kekurangan kognitif, bakat dan preferensi kerja, karakter, kepribadian, dan fungsi psikologis dari pasien.

  1. Psikoterapi atau konseling

Umumnya, setelah membuat diagnosis, psikolog akan menangani seseorang yang mengalami gangguan mental, trauma, atau fobia, dengan menggunakan terapi bicara atau psikoterapi. Jenis-jenis psikoterapi adalah terapi kognitif, perilaku, kognitif-perilaku, interpersonal, humanistik, dan psikodinamika (kombinasi beberapa jenis terapi). Psikoterapi bisa dilakukan secara individual, bersama keluarga, pasangan, atau berkelompok.

  1. Membuat program terapi atau pelatihan

Psikolog juga dapat membuat program terapi atau pelatihan yang dilakukan pasien atau klien di rumah, kantor, sekolah, ataupun tempat lain. Program terapi atau pelatihan tersebut perlu dilakukan oleh pasien untuk membantu mengontrol, memperbaiki masalah, ataupun meningkatkan performa.

  1. Terapi hipnotis

Terapi hipnotis atau hipnoterapi merupakan salah satu tindakan yang dapat dilakukan psikolog yang sudah mengambil pelatihan tambahan di bidang hipnotis Psikolog dapat melakukan hipnotis untuk membantu pasien mengontrol masalah kecemasan, fobia, kecanduan atau adiksi, dan masalah suasana hati atau mood.

Terkadang, ada pasien yang membutuhkan psikoterapi sekaligus pengobatan untuk menyembuhkan kondisinya. Pada kondisi ini, psikolog dapat bekerja sama dengan dokter yang menangani pasien, seperti dokter anak, ataupun psikiater untuk memberikan perawatan terbaik sesuai dengan kondisi pasien.

Nah, tapi sebelum bertemu dengan psikolog, Anda perlu persiapkan hal-hal berikut ini.

  • Mencatat keluhan atau masalah utama yang Anda miliki
  • Mempersiapkan mental dan fisik Anda untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan psikologis yang akan diterima
  • Mengajak keluarga ataupun kerabat untuk menjalani terapi, apabila diperlukan
  • Jawablah pertanyaan dan ceritakan masalah Anda sejujur-jujurnya, agar lebih mudah bagi psikolog untuk membantu memperbaiki kondisi mental Anda

Itulah beberapa jenis dan hal – hal yang dapat dilakukan oleh psikolog. Jika dirasa Anda butuh untuk berkonsultasi dengan psikolog Jakarta, Anda bisa membuat janji melalui aplikasi atau website SehatQ. Ingat, kesehatan mental tidak kalah penting dengan kesehatan fisik, ya!