Bermasalah dengan Hiperpigmentasi? Cek Penyebabnya

Apakah di bagian tubuh terdapat area yang lebih gelap daripada warna kulit lainnya secara umum? Itu merupakan kondisi hiperpigmentasi. Kondisi ini secara sederhana terjadi ketika tubuh terlalu banyak memproduksi melanin. Melanin sendiri biasanya menjadi pemberi warna gelap untuk kulit mata dan rambut. Namun jika jumlahnya terlalu banyak dan tidak seimbang, produksi melanin tersebut hanya akan menggelapkan satu area kulit yang bisa merusak penampilan Anda. 

Proses menangani hiperpigmentasi tidaklah terlalu sulit, namun diperlukan kesabaran. Selain menggunakan resep dokter, Anda juga bisa menggunakan bahan-bahan alami guna bisa sedikit memudarkan hiperpigmentasi yang terjadi. 

Namun, Anda juga perlu tahu apa penyebab dari hiperpigmentasi yang menimpa Anda. Mengetahui penyebab akan membuat Anda lebih berhati-hati agar kejadian hiperpigmentasi tidak berulang terus menerus dan bagaimana cara pencegahannya. Berikut ini adalah beberapa penyebab hiperpigmentasi yang paling sering terjadi. 

Paparan Sinar Matahari 

Paparan sinar matahari adalah penyebab nomor satu hiperpigmentasi. Pasalnya, tubuh akan memproduksi melanin sebagai tabir surya alami kulit ketika mengalami paparan sinar matahari. Jika paparannya terlalu lama atau terlalu ekstrem, tentu produksi melaninnya menjadi bertambah banyak dan menyebabkan hiperpigmentasi. Biasanya, hiperpigmentasi yang disebabkan oleh paparan sinat matahari berupa bintik-bintik gelap yang ukurannya bisa berkembang. 

Pertambahan Usia 

Seiring bertambahnya usia kulit, jumlah sel penghasil melanin yang dikenal sebagai melanosit berkurang. Walaupun begitu, justru produksinya justru menjadi tidak merata dan menjadi sangat terfokus. Kondisi inilah yang membuat seiring pertambahan usia, risiko mengalami hiperpigmentasi di area tubuh tertentu menjadi lebih nyata. Hiperpigmentasinya sendiri berupa bintik-bintik gelap penuaan. Biasanya, hiperpigmentasi yang dipicu oleh pertambahan usia ini semakin mudah datang ketika usia Anda sudah menembus kepala empat. 

 Efek Penyakit 

Hati-hati, hiperpigmentasi bisa jadi merupakan gejala penyakit tertentu. Pasalnya, beberapa penyakit autoimun, pencernaan, maupun gangguan metabolisme sangat mudah mempengaruhi produksi hormon yang juga berpengaruh pada peningkatan melanin. Jadi jika Anda tiba-tiba mengalami hiperpigmentasi parah dan merasakan gejala atau keluhan kesehatan lain, segera berkonsultasi ke dokter untuk mengecek kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh. 

Penggunaan Obat Tertentu 

Selain karena dipicu penyakit, kondisi hiperpigmentasi juga dapat dipicu oleh penggunaan obat-obatan tertentu. Obat kemoterapi menjadi jenis obat yang sangat mudah meningkatkan produksi melanin dan melahirkan masalah hiperpigmentasi bagi Anda. Namun selain itu, beragam jenis antibiotik, obat antimalarial, sampai obat anti kejang juga berpotensi menimbulkan masalah hiperpigmentasi.

Kehamilan 

Pengaruh hormonal adalah penyebab utama dari jenis hiperpigmentasi tertentu yang dikenal sebagai melasma atau chloasma. Peristiwa ini sangat umum di kalangan wanita dan diperkirakan terjadi ketika hormon estrogen dan progesteron merangsang produksi melanin yang berlebihan. Wanita hamil khususnya akan lebih mudah mengalami jenis hiperpigmentasi ini. Pasalnya saat hamil, terjadi perubahan hormon secara drastis, tidak terkecuali hormon estrogen dan progesteron, yang berpengaruh pada produksi melanin. 

Kegemukan 

Berat badan yang berlebihan juga bisa memicu hiperpigmentasi. Soalnya, berat badan berlebih atau kondisi kegemukan bisa membuat terjadinya penumpukan lemak di area tertentu. Penumpukan lemak tersebut juga rentan terjadi di area-area kulit yang memiliki lipatan sehingga menimbulkan lipatan tambahan.

Pada lipatan inilah, mudah terjadi penumpukan keringat dan minyak, juga mudah terjadi penumpukan mikroorganisme. Tentunya yang tidak ketinggalan, hiperpigmentasi bisa terjadi di area lipatan kulit yang terbentuk dari tumpukan lemak tersebut sehingga lipatan menjadi lebih gelap. Hiperpigmentasi pada orang-orang yang memiliki berat badan berlebih juga bisa muncul karena adanya gesekan antar kulit yang berulang.

Jika ingin menghilangkan hiperpigmentasi, coba berkonsultasi langsung dengan dokter. Pasalnya, beberapa penyebab kondisi kelebihan produksi melanin ini sangat berhubungan dengan masalah kesehatan Anda. 

Apa yang Harus Dilakukan Saat Sakit Dada Sebelah Kiri?

Sakit dada sebelah kiri adalah salah satu gejala yang tidak bisa diabaikan. Memang benar sakit dada di posisi tersebut tidak selalu berarti ada masalah pada jantung, tapi bukan berarti bisa disepelekan.

Terkadang nyeri dada dapat disebabkan oleh beberapa kondisi yang cukup jinak dan tidak penting. Namun, juga benar bahwa nyeri dada dapat memberikan sinyal ada masalah yang mungkin mengancam jiwa. 

Nyeri dada tengah sampai ke punggung dapat disebabkan banyak penyakit.

Masalahnya, mengenali gejala sakit dada tertentu yang berbahaya dan tidak berbahaya juga tidak mudah. Salah mengambil keputusan bisa berakibat fatal.

Untuk itu, apa yang harus dilakukan saat sakit dada sebelah kiri?

Sakit dada, apa artinya?

Sakit dada bisa disebabkan oleh sejumlah kondisi medis. Sebagian kondisi minor, sebagian lebih serius.

Selain itu, gejala nyeri dada sangat bervariasi dan berbeda-beda setiap orang, tergantung kondisi.  Oleh sebab itu, sebenarnya tidak ada aturan pasti kapan harus bergegas ke IGD.

Terkadang, sakit dada ringan bisa menjadi pertanda gejala jantung koroner. Namun, sekitar 30% serangan jantung disertai dengan gejala yang sangat sepele, bahkan jarang dikenali oleh penderita.

Apa yang harus dilakukan saat sakit dada sebelah kiri?

Ada beberapa pedoman yang mungkin bisa membantu Anda menyikapi sakit dada sebelah kiri. Mungkin pedoman ini bisa membantu Anda memutuskan apakah sakit dada tersebut termasuk gejala serius.

Namun, perlu diingat bahwa pedoman ini bisa Anda abaikan. Sebaiknya Anda mengutamakan prinsip “lebih baik aman daripada menyesal”, jadi tidak ada salahnya bergegas ke dokter jika merasakan sakit dada sebelah kiri.

Ada beberapa pertanda sakit dada mungkin disebabkan oleh kondisi serius, di antaranya:

  • Jika Anda berusia 40 tahun atau lebih dan memiliki lebih dari satu faktor risiko (seperti riwayat penyakit, perokok, obesitas, kolesterol naik, dan diabetes)
  • Ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga
  • Rasa sakit disertai dengan sesak, dada seperti diremas, terasa berat, atau ada sensasi dada hancur
  • Rasa sakit disertai dengan badan lemas, mual, berkeringat, pusing, atau pingsan
  • Sakit menyebar hingga ke bahu, lengan, atau rahang
  • Sakit lebih buruk dari yang pernah Anda rasakan sebelumnya
  • Rasa sakit memburuk dalam 10-15 menit pertama

Berikutnya, ada beberapa pertanda bahwa sakit dada tidak terlalu serius dan tidak mengkhawatirkan, yaitu:

  • Rasa sakit hanya muncul ketika Anda membuat gerakan tubuh tertentu, dan terulang setiap gerakan tersebut dilakukan
  • Rasa sakit cepat berlalu, tidak ada gejala lain

Catatan

Tentunya, jika Anda mengenali gejala sakit dada sebelah kiri yang terbilang serius, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter atau mendatangi IGD.

Meski begitu, perlu diingat bahwa rasa sakit yang tidak terlalu parah juga bisa menjadi pertanda masalah serius. Jika nyeri dada terasa tidak biasa atau mengganggu, Anda harus segera memeriksakan diri.

Bahkan jika rasa sakitnya tidak terlalu parah, Anda sebaiknya membicarakan gejala tersebut dengan dokter.