Bantu Penuhi Kebutuhan Vitamin E, Ini Manfaat Ever E 250

ever e 250

Vitamin E berperan penting agar tubuh bisa menjalankan fungsinya secara normal dan memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang kuat. Kedua sifat itu terlibat dalam sistem kekebalan tubuh, melindungi sel, serta menetralkan radikal bebas. 

Vitamin E banyak ditemukan dalam sumber nabati, seperti minyak bunga matahari serta makanan lain. Sayangnya masih ada banyak orang yang mengalami kekurangan vitamin E. Meskipun kekurangan vitamim E jarang menyebabkan kondisi medis serius, apabila tidak ditangani bisa berpotensi berbahaya. 

Ever E 250 merupakan suplemen vitamin E dengan dosis 250 IU yang bisa memenuhi kebutuhan vitamin E harian Anda. Dengan meminum suplemen ini secara rutin, Anda tak perlu khawatir akan risiko kekurangan.   

Sumber vitamin E

Secara alami vitamin E bisa ditemukan pada sebagian besar makanan nabati. Makan makanan seimbang adalah cara aman untuk meningkatkan asupan vitamin E harian. 

Adapun sumber vitamin E terbaik meliputi:

  • Minyak biji gandum
  • Biji bunga matahari
  • Kazang almond
  • Alpukat
  • Ikan trout
  • Bayam
  • Kacang hazel
  • Minyak zaitun
  • Minyak bunga matahari
  • Minyak jagung
  • Kacang tanah
  • Biji-bijian
  • Kiwi
  • Brokoli
  • Udang
  • Telur
  • Daging merah dan daging unggas

Manfaat vitamin E bagi tubuh

Manfaat yang paling terkenal dari vitamin E adalah membuat kulit sehat, bercahaya, dan memperlambat penuaan dini. Selain itu, kandungan vitamin E dalam Ever E 250 juga berkhasiat untuk:

  • Mendukung kesehatan sistem saraf, termasuk meringankan gejala Alzheimer dan membantu mengobati ataksia
  • Meningkatkan kesehatan mata
  • Memperlambat perkembangan penyakit hati non-alkoholik dan ginjal
  • Mendukung program hamil dengan meningkatkan kesuburan pada pria maupun wanita

Pentingnya suplementasi vitamin E

Pria dan wanita berusia 14 tahun ke atas disarankan untuk menerima 15 miligram vitamin E setiap hari, dengan dosis maksimal 1.000 mg/hari. Kadar asupan sedikit lebih tinggi untuk wanita yang sedang hamil dan menyusui, yaitu 15 mg/hari dan 19 mg/hari. Sedangkan untuk anak-anak jumlahnya lebih rendah. 

Meskipun kekurangan vitamin E pada tingkat darah (defisiensi frank) sangat tidak umum, banyak orang yang tidak memenuhi kebutuhan vitamin E harian tubuh. Tapi hal ini jarang menimbulkan masalah kesehatan akut. 

Tetapi ada beberapa orang yang berisiko tinggi mengalami kekurangan vitamin E, antara lain:

  • Pasien kista fibriosis
  • Seseorang dengan kondisi medis yang memengaruhi sistem pencernaan
  • Pasien radang usus, seperti penyakit Crohn
  • Pankrearitis
  • Penyakit celiac
  • Sensitivitas gluten
  • Peserta diet rendah lemak
  • Seseorang yang tidak mampu menyerap lemak dengan baik 

Bagi orang-orang dengan kondisi di atas, maka lebih disarankan untuk mendapatkan vitamin E tambahan dari suplemen. Ever E 250 memiliki dosis 250 IU atau setara dengan 167 mg yang sangat cukup memenuhi kebutuhan vitamin E harian Anda. 

Individu yang khawatir akan kemungkinan defisiensi vitamin E bisa menjalani tes darah untuk mengetahui seberapa banyak kekurangannya. Lalu diskusikan dengan dokter apakah membutuhkan suplementasi vitamin E atau cukup dengan merubah pola makan. 

Risiko dan efek samping

Karena vitamin E larut dalam lemak, maka tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk menyerap dan mengeluarkan sisanya dari dalam tubuh. Setiap kelebihannya akan disimpan di jaringan lemak tubuh dan hati. 

Secara umum orang sehat tidak disarankan mengonsumsi suplemen vitamin E. Bagi orang dewasa, mendapatkan lebih dari 1.000 mg vitamin E per hari dapat menyebabkan efek kesehatan, seperti mual, muntah, sakit perut, diare, kram perut, dan penglihatan kabur.

Penggunaan Ever E 250 bisa digunakan tanpa resep dokter dan aman diminum oleh orang dewasa sehat. Jika Anda merupakan ibu hamil, ibu menyusui, penderita gangguan fungsi hati, pasien gangguan kantung empedu, dan pasien yang melakukan cuci darah, maka penggunaannya harus dilakukan sesuai dengan anjuran dokter.

Vitamin D Dalam Milna Biskuit Bayi

Salah satu MPASI yang sangat populer adalah Milna biskuit bayi. Produk ini adalah sebuah biskuit yang cocok untuk bayi usia 6 hingga 12 bulan. Teksturnya yang lembut membuat Milna biskuit bayi tidak akan menyebabkan bayi tersedak saat mengonsumsinya. Selain itu, MPASI ini dapat menstimulasi pertumbuhan gigi anak, sehingga gigi dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Salah satu zat yang terkandung di dalam Milna biskuit bayi adalah vitamin D. Namun sesungguhnya, apa nutrisi ini? Dan pentingkah untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal anak? Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendetail. 

Vitamin D yang terkandung di dalam Milna biskuit bayi dapat membantu mengatur jumlah kalsium dan fosfat yang ada di dalam tubuh. Kedua nutrisi tersebut sangat dibutuhkan untuk menjaga tulang, gigi, dan otot agar tetap sehat. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang seperti rakhitis pada anak, dan nyeri tulang yang disebabkan oleh kondisi yang dikenal dengan sebutan osteomalacia pada orang dewasa. 

Pada dasarnya, tubuh manusia akan menciptakan vitamin D sendiri lewat paparan sinar matahari langsung pada kulit saat berada di luar ruangan. Namun, vitamin D juga dapat ditemukan dalam jumlah kecil di beberapa jenis makanan, seperti hati, daging merah, kuning telur, ikan berminyak seperti salmon dan ikan herring, serta makanan yang difortifikasi vitamin D seperti Milna biskuit bayi. Sumber lain vitamin D adalah suplemen diet yang bisa Anda dapatkan secara over-the-counter atau OTC di apotek. 

Berapa banyak vitamin D yang Anda dan keluarga butuhkan?

Anak-anak usia 1 tahun ke atas dan orang dewasa membutuhkan sekitar 10 microgram vitamin D setiap harinya. Hal ini juga termasuk ibu hamil dan wanita yang sedang menyusui, serta orang-orang yang memiliki risiko defisiensi vitamin D. Sementara itu, bayi hingga usia 1 tahun membutuhkan sekitar 8,5 hingga 10 microgram vitamin D setiap harinya. 

Beberapa orang tidak akan membuat cukup vitamin D dari cahaya matahari karena mereka sedikit atau tidak sama sekali mendapatkan paparan sinar matahari. Untuk kasus ini, Anda direkomendasikan untuk mengonsumsi vitamin D dari suplemen dengan kadar 10 microgram, terutama apabila Anda jarang keluar, berada di sebuah institusi sepertu panti jompo, dan biasanya memakai pakaian yang menutupi seluruh kulit saat berada di luar ruangan. Jika Anda memiliki kulit yang gelap, misalnya Anda adalah seorang keturunan Asia atau Afrika, ada kemungkinan Anda tidak akan mendapatkan cukup vitamin D dari sinar matahari. Oleh karena itu, sangat direkomendasikan untuk Anda menimbang mengonsumsi suplemen vitamin D sebesar 10 microgram sepanjang tahun. 

Sementara itu, Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial merekomendasikan bayi dari usia 0 bulan hinga 1 tahun mendapatkan suplemen yang mengandung vitamin D sebesar 8,5 hingga 10 microgram setiap harinya jika bayi mendapatkan ASI dan diberi formula (dengan takaran kurang dari 500 ml setiap harinya. Hal ini disebabkan karena formula bayi sudah difortifikasi vitamin D). Bagi bayi yang sudah menyapih, MPASI seperti Milna biskuit bayi juga diperkaya dengan vitamin D. Penting untuk diingat bahwa terlalu banyak mengonsumsi vitamin D sangat tidak direkomendasikan dan dapat berakibat hypercalcaemia, yaitu terlalu banyak penumpukan vitamin D di dalam tubuh. Hal ini nantinya akan dapat melemahkan tulang dan merusak ginjal dan jantung. Konsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.