Kulup Penis: Fakta yang Perlu Anda Tahu

Kulup adalah kulit penis yang menutupi bagian depan atau kepala penis. Saat seseorang baru lahir, bagian ini menempel sepenuhnya pada penis, kemudian seiring berjalannya waktu, bagian penis ini akan pelan-pelan terpisah dan dapat ditarik ke belakang. Beberapa orang akan membiarkannya tetap ada, namun tak sedikit juga orang yang membuangnya akibat kaidah agama serta masalah kesehatan. 

Apa sebenarnya fungsi kulup?

Dapat dikatakan, kulup adalah pelindung atau sarung pada penis agar penis tidak bersentuhan dan tergesek langsung dengan pakaian. Meski begitu, banyak juga yang berpendapat bahwa kulup sebenarnya tidak memiliki fungsi apapun yang terlalu berarti. Terlepas dari beberapa pendapat tersebut, berikut adalah sederet fakta mengenai bagian penis yang harus Anda ketahui: 

1. Tidak dapat ditarik sepenuhnya ketika kecil

Seperti yang sudah sempat disinggung di awal, kulup penis tidak dapat ditarik sepenuhnya ketika kecil. kulup kemudian pelan-pelan akan berubah kondisinya seiring bertambahnya usia laki-laki. Umumnya, kulup akan mulai bisa benar-benar terpisah saat laki-laki memasuki usia belasan tahun atau mengalami yang namanya pubertas.

2. Terdiri dari kelenjar minyak

Mungkin tak semua orang tahu akan hal ini. kulup yang terdapat pada penis nyatanya terdiri dari kelenjar minyak yang dapat memproduksi minyak pada bagian penis. Kelenjar minyak ini sebenarnya bisa memicu terjadinya hal negatif seperti penumpukan kotoran jika tak rutin dibersihkan.

3. Berhubungan dengan kenikmatan seksual

Ada yang berpendapat bahwa laki-laki dengan kulup yang dibiarkan dan tidak disunat memiliki tingkat kenikmatan seksual yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki yang disunat. Laki-laki yang membiarkan bagian ini tetap, ada juga mengatakan bahwa mereka bisa merasakan orgasme yang lebih intens.

4. Dapat memicu terjadinya penumpukan bakteri

Kelenjar minyak yang kemudian bercampur dengan air seni serta kotoran dapat meningkatkan terjadinya tumpukan bakteri pada penis. Jika dibiarkan, tak jarang hal ini mampu mengakibatkan masalah-masalah kesehatan pada organ vital seperti peradangan hingga infeksi saluran kencing.

5. Pada beberapa kasus tidak bisa ditarik sama sekali

Jika umumnya kulup mulai dapat ditarik dengan sempurna saat laki-laki mencapai umur pubertas, pada beberapa kasus ada juga laki-laki yang mengalami penis ketat (fimosis). Keadaan ini membuat kulit penis kesulitan untuk ditarik meski mereka sudah memasuki usia belasan. Meski tergolong jarang terjadi dan banyak orang yang berpendapat bahwa keluhan ini dapat sembuh sendiri, mengkonsultasikan ke dokter adalah hal yang tepat dilakukan jika hal ini terjadi di usia pubertas. 

Lalu, apa saja masalah umum yang mungkin dapat terjadi pada kulup?

1. Peradangan

Masalah utama yang bisa saja timbul pada kulup adalah peradangan. Gejala yang dialami dapat berupa kemerahan serta nyeri pada bagian ujung penis.  Peradangan umumnya bisa terjadi akibat tidak menjaga kebersihan bagian ini. kemudian, terlalu sering menarik kulup dengan paksa serta kasar juga dapat menimbulkan peradangan bisa terjadi.

2. Fimosis

Fimosis adalah keadaan kulup penis terasa kencang dan sulit ditarik. Sebenarnya, fimosis adalah hal yang normal terjadi pada anak-anak. Namun saat gejala in terjadi bahkan hingga seseorang mencapai umur pubertasnya, hal ini harus diwaspadai karena merupakan kondisi yang tidak normal.

3. Infeksi yang menyebabkan Balanitis

Infeksi yang paling umum terjadi pada kulup penis adalah balanitis. Balanitis merupakan gejala infeksi yang disebabkan oleh kelenjar minyak pada bagian ini yang tercampur dengan bakteri serta jamur akibat tidak menjaga kebersihan di sekitarnya. Penyakit ini bisa ditandai dengan rasa nyeri yang parah, kemerahan, hingga terdapat cairan kental yang keluar di daerah di sekitar kulup. 

Saat bagian ini mengalami beberapa masalah seperti yang sudah disebutkan diatas, beberapa perawatan harus Anda lakukan untuk mengatasi serta mengobati keluhannya. Tentunya perawatan yang dilakukan harus disesuaikan dengan gejala serta tingkat keparahan yang terjadi.

4. Peradangan

Saat bagian ini mengalami peradangan ringan, hentikan penggunaan sabun yang terlalu keras. kemudian, saat hendak membersihkan kulup hindari menggosoknya dengan keras karena hanya akan memperparah peradangan yang terjadi. Cukup cuci bersih menggunakan sabun yang gentle pada bagian bawah kulup. Jika infeksi masih terus terjadi, pengolesan salep antiradang dari resep dokter mungkin dapat membantu meringankan gejala.

5. Fimosis

Pada kasus fimosis, mengkonsultasikan dengan dokter spesialis adalah cara terbaik yang dapat dilakukan. Terapi serta penggunaan obat mungkin dapat mengatasi masalah fimosis yang terjadi.

6. Infeksi yang menyebabkan balanitis

Pada kasus ini, penggunaan obat-obatan serta antibiotik dari dokter dirasa mampu mengurangi gejala balanitis yang terjadi. kemudian, cairan antiseptik yang didapat melalui resep dokter juga akan mengurangi infeksi yang terjadi pada kulup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *