Pahami Dosis Minum Alergine Cetirizine Untuk Mengatasi Gejala Alergi

Punya gejala alergi seperti flu serta gatal-gatal? Meskipun sebagian alergi bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi Anda perlu mengatasinya dengan cara meredakan gejalanya. Pasalnya, alergi yang tidak segera diatasi bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Anda bisa saja terhambat melakukan interview dengan calon perusahaan, tidak mood bertemu orang karena badan gatal, dan banyak gangguan lain yang terjadi.

Jangan khawatir. Segera pergi ke apotik dan dapatkan obat Alergine Cetirizine. Ini adalah obat yang digunakan untuk mengatasi alergi. Kandungan obat ini adalah Cetirizine Hydrochloride aktif. Cara kerjanya adalah dengan menghalangi zat alami bernama histamin. Histamin ini lah yang berproduksi secara masif dan membuat gejala alergi semakin parah. 

Sempat Disalahgunakan Sebagai Obat Tidur

Sayangnya, Alergine Cetirizine pernah disalahgunakan sebagai obat tidur bagi bayi. Di tahun 2019, sempat ramai kasus pemakaian Alergine Cetirizine oleh asisten rumah tangga (ART) untuk menidurkan bayi majikannya dalam waktu yang lama. Padahal, sejatinya bayi tidak bisa tidur dalam waktu yang panjang. Penyalahgunaan obat ini untuk menidurkan bayi bisa jadi karena dosisnya yang over. 

Selain itu, Alergine Cetirizine yang diberikan tidak sesuai dengan dosisnya bisa mengakibatkan efek samping lain seperti mengantuk hingga kram perut. Pastikan untuk memberikan obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Cetirizine sendiri sebenarnya tidak dianjurkan diberikan pada anak berusia dibawah 6 bulan. 

Pahami Dosis Penggunaan Cetirizine

Dosis pemberian setiap obat jelas ditentukan berdasarkan usia, mengingat reaksi tubuh setiap orang berbeda tergantung dengan umur pasien. Pahami dosis penggunaan Cetirizine sesuai dengan anjuran dosis berikut ini:

  • Anak-anak: Bagi anak-anak dianjurkan untuk berusia minimal 2 tahun sebelum bisa mengkonsumsi obat ini. Nah, untuk anak berusia 2 hingga 6 tahun, dosis yang dianjurkan adalah 2,5 mg perhari. Namun, pada kondisi reaksi alergi yang parah, bisa ditingkatkan dosisnya hingga 5 mg per hari sesuai anjuran dokter.
  • Dewasa: Dosis Alergine Cetirizine pada orang dewasa tentu lebih tinggi daripada dosis anak-anak, yaitu berkisar 5 hingga 10 mg perhari. 

Selain mengkonsumsi sesuai dosis yang disarankan, pastikan juga untuk menghindari konsumsi obat ini bersamaan dengan obat lainnya. Meminum obat ini dengan yang lainnya bisa saja menurunkan khasiat dari obat ini. Hindari minum Alergine Cetirizine bersamaan dengan Alprazolam, Zolpidem, Lorazepam, Duloxetine dan Alkohol. Selain itu, obat-obatan herbal juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat ini. 

Bagi pasien dengan alergi khusus yang susah disembuhkan, dokter mungkin memberikan dosis yang lebih tinggi. Namun, ada baiknya Anda konsultasi terlebih dahulu ke dokter yang lebih paham. Apabila Alergine Cetirizine dikonsumsi tidak sesuai dosisnya, bisa saja terjadi beberapa efek samping. Misalkan saja: mulut kering, diare, sakit perut, sakit tenggorokan, mual dan muntah, pusing kepala, lemas dan lelah serta mengantuk.

Walaupun obat ini dijual secara bebas di apotik, tetapi tetap saja Anda perlu mematuhi aturan penggunaannya karena ini termasuk ke dalam golongan obat keras. Frekuensi konsumsi obat ini juga sebaiknya tepat waktu. Jangan sampai terlambat karena bisa saja menyebabkan efek samping. 

Selain itu, bila Anda alergi terhadap obat-obatan semacam levocetirizine dan hydroxyzine, segera beritahu dokter yang bertugas. Pastikan dokter mengerti juga bila Anda mengalami beberapa reaksi alergi lain seperti susah buang air besar serta epilepsi. 

Hindari konsumsi alkohol setelah minum Cetirizine. Segera temui dokter bila ada reaksi overdosis setelah mengkonsumsi obat.

Selain Mengonsumsi Ryvel Sirup, Lakukan Ini Untuk Atasi Alergi Anda!

Ada berbagai macam penyebab alergi, salah satunya adalah alergi debu. Anda sering bersin disertai hidung dan mata yang kemerahan, hidung berair atau meler, serta gatal? Jika iya, bisa jadi Anda menderita alergi debu. Alergi debu memang bukan termasuk hal yang berbahaya hanya saja jika tidak segera diatasi dapat berakibat fatal. Maka dari itu, Anda bisa mengonsumsi Ryvel Sirup sebagai salah satu pengobatan dalam mengatasi alergi debu.

Cara mengobati alergi debu yang paling efektif adalah dengan menghindari zat alergen penyebab alergi debu sebisa mungkin. Kendati demikian, rasanya sulit mungkin bagi Anda untuk sama sekali tidak terpapar dengan debu, sekalipun debu yang terdapat di lingkungan rumah sendiri.

Maka dari itu, bagi Anda yang menderita alergi debu, sebaiknya memerlukan beberapa jenis pengobatan untuk mengendalikan gejala alergi debu agar tidak bertambah parah. Berikut adalah pilihan pengobatan yang bisa digunakan sebagai cara mengobati alergi debu.

  1. Pemberian obat-obatan

Ada beberapa jenis obat-obatan yang dapat digunakan untuk meredakan atau meringankan gejala alergi debu, seperti bersin, hidung tersumbat, pilek, serta hidung dan mata yang terasa gatal. Berbagai obat-obatan yang dimaksud adalah antihistamin, kortikosteroid (steroid), dan dekongestan. Obat-obatan untuk mengobati alergi debu ada yang berbentuk tablet, pil cairan, obat tetes mata, dan obat semprot hidung. Anda dapat menemukannya di apotek atau melalui resep dokter.

  1. Imunoterapi

Imunoterapi adalah jenis perawatan yang bertujuan untuk membuat tubuh Anda lebih kebal terdapat debu yang menyebabkan alergi. Imunoterapi dapat dilakukan ketika cara mengobati alergi debu lainnya tidak berhasil. Perawatan ini dilakukan dengan cara menyuntikkan ekstrak alergen ke dalam tubuh dalam dosis yang kecil. Suntik imunoterapi dapat dilakukan 1-2 kali seminggu dalam jangka waktu 3-6 bulan pertama. Dosis yang diberikan di awal akan berjumlah sedikit dan akan meningkat seiring dengan kemampuan tubuh Anda dalam mentoleransi alergen.

Selain metode suntik, ada pula perawatan imunoterapi yang dilakukan dengan cara meletakkan tablet berbasis alergen di bawah lidah Anda yang dibiarkan larut dengan sendirinya. Nantinya, tubuh Anda akan menyerap alergen tersebut.

  1. Obat lainnya dan kombinasi obat

Terkadang dokter perlu meresepkan atau mengombinasikan tambahan obat apabila pengobatan sebelumnya dinilai kurang efektif. Berikut adalah jenis-jenis pengobatan tambahan yang biasanya diberikan oleh dokter.

  • Penambahan dosis untuk obat semprot kortikosteroid.
  • Penggunaan singkat obat semprot dekongestan yang dibarengi dengan konsumsi obat lain.
  • Kombinasi tablet antihistamin, obat semprot kortikosteroid, dan dekongestan.
  • Penggunaan obat semprot hidung yang disertai kandungan ipratropium. Zat ini diperlukan karena dapat mengurangi produksi lendir yang bisa membuat Anda lebih mudah bernapas.
  • Tambahan obat leukotriene receptor antagonist untuk menghambat zat kimia yang disebut leukotriene. Zat ini dilepaskan bersama dengan histamin saat reaksi alergi.

Selain mengonsumsi obat – obatan seperti Ryvel Sirup, Anda dapat mengambil beberapa tindakan untuk mencegah alergi debu agar tidak kambuh dengan meminimalkan paparan alergen debu dan senantiasa menjaga rumah Anda sebisa mungkin bersih dari debu. 

  • Rutin mencuci seprai, sarung bantal, gorden, taplak, karpet, dan perabot kain lainnya seminggu sekali menggunakan air panas.
  • Membersihkan permukaan perabotan rumah yang keras, seperti meja, furnitur rumah, perabot pajangan rumah, seperti souvenir, bingkai foto, pernak-pernik, lukisan, menggunakan kain atau lap basah untuk menghapus debu.
  • Buang peralatan atau perabot rumah yang dirasa tidak diperlukan dan berpotensi menimbulkan debu di rumah. Misalnya, tumpukan majalah atau koran.
  • Gunakan filter HEPA untuk menyaring tungau, debu, dan alergen lainnya di rumah Anda.
  • Hindari menggunakan karpet berbulu.
  • Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan di dalam ruangan.
  • Jauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur, dan sebaiknya letakkan kandang di luar rumah.
  • Gunakan masker saat sedang bersih-bersih rumah agar debu tidak langsung terhirup.