Jangan Panik, Berikut Pertolongan Pertama Mimisan Saat Tidur

mimisan saat tidur

Mimisan terjadi saat darah tiba-tiba keluar dari hidung dan terkadang menyebabkan kepanikan. Sebab, sebagian besar sering mengira sesuatu yang gawat tengah terjadi saat seseorang mimisan. Apalagi jika orang dewasa maupun yang mengalami mimisan saat tidur. Tentu saja kondisi tersebut membuat Anda kaget dan bingung, apa yang harus dilakukan saat seseorang mengalami mimisan?

Yang jelas, pertolongan pertama mimisan bukan mendongakkan kepala atau berbaring. Hal tersebut malah menyebabkan darah masuk ke dalam tubuh. Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi mimisan saat tidur dapat dilakukan hal berikut.

Pertolongan Pertama Mimisan Saat Tidur

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menghentikan pendarahan dari dalam hidung.   

1.  Condongkan tubuh ke depan dan duduk tegak

Upayakan untuk tidak berbaring atau mendongakkan kepala saat mimisan. Itulah sebabnya, mimisan saat tidur dianjurkan untuk segera duduk tegak dengan tubuh condong ke depan. Duduk tegak mampu mengurangi tekanan dan mencegah darah keluar semakin banyak dari hidung. Lantas, mengapa tubuh harus dicondongkan saat menghentikan mimisan? Hal tersebut mencegah darah kembali ke saluran pernapasan, atau tertelan, yang justru mengakibatkan iritasi pada perut.  Sehingga pencegahan mimisan saat tidur tidak dianjurkan dalam keaadan tubuh berbaring karena berisiko menyumbat pernapasan.

2. Mencubit cuping hidung

Apa kaitannya mencubit cuping hidung dengan menghentikan mimisan? Tindakan tersebut bertujuan untuk menekan titik pendarahan di area septum hidung sehingga darah berhenti mengalir. Caranya pun mudah, gunakan telunjuk dan ibu jari untuk mencubit cuping hidup selama 10 hingga 15 menit.  Jika darah tetap keluar, lanjutkan kembali melakukannya pada 10-15 menit berikutnya. Segera dapatkan pertolongan medis apabila cara tersebut tidak berhasil menghentikan mimisan.

3. Menggunakan kompres dingin

Mimisan saat tidur bisa diatasi dengan cara menggunakan kompres dingin. Namun, menempelkan langsung kompres dingin ke hidung tidak dianjurkan. Melainkan menggunakan bungkus seperti kain lembut atau handuk kecil, kemudian tempelkan secara perlahan area hidung untuk menghentikan pendarahan.

4. Jangan bernapas melalui hidung

Selanjutnya, mencegah pendarahan ulang dapat dilakukan dengan cara tidak berbaring setelah mimisan selama beberapa jam setelah mimisan, jangan bernapas melalui hidung dan sebisa mungkin mengeluarkan darah dari hidung. Gunakan kapas disertai petroleum jelly ke bagian dalam hidung secara lembut  untuk mencegah pendarahan berulang.

5. Menyemprotkan dekongestan

Jika sudah melakukan cara di atas, upayakan untuk meniup dengan kuat guna membersihkan hidung dari pembekuan darah. Kemudian, semprotkan dekongestan yang mengandung oxymetazoline serta kembali mencubit cuping hidung seperti yang dilakukan sebelumnya.

Mimisan Saat Tidur dan Tidak Kunjung Berhenti?

Apabila cara di atas tidak kunjung menghentikan aliran darah, sebaiknya segera menemui dokter. Terlebih lagi jika mimisan terjadi lebih dari 30 menit. Anda dianjurkan mengunjungi dokter saat mimisan apabila:

–          Merasa pusing dan nyaris pingsan

–          Mengonsumsi obat pengencer darah (antikoagulan), seperti warfarin

–          Alami hemofilia, gangguan pembekuan darah sehingga pendarahan susah berhenti

–          Memiliki gejala anemia, seperti sesak napas, palpitasi jantung, wajah pucat

–          Mimisan kerap dialami

–          Mimisan karena kecelakaan, misalnya: cedera, terjatuh, atau cedera di bagian hidung

Nah, itulah informasi singkat mengenai pertolongan pertama mimisan saat tidur. Ingat selalu untuk segera mengunjungi dokter apabila cara di atas tidak dapat menghentikan aliran darah. Jangan abaikan gejala sekecil apapun yang berkaitan dengan pendarahan di hidung.