Tips Memilih Obat Batuk Kering bagi Ibu Hamil

Batuk kering seringkali dinggap remeh karena dianggap bisa sembuh dengan cepat jika meminum obat batuk kering. Tapi hal itu akan berbeda jika terjadi pada ibu hamil. Ketika berhadapan dengan obat-obatan, ibu hamil harus mempertimbangkan apakah obat tersebut aman jika dikonsumsi. 

Simak artikel berikut untuk mengetahui cara memilih obat batuk kering yang aman bagi ibu hamil. 

Apakah batuk selama kehamilan bisa membahayakan bayi?

Batuk yang terjadi selama kehamilan tidak bisa menyebabkan bayi cacat lahir sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Namun ibu hamil yang mengalami batuk terus menerus bisa jadi tanda penyakit yang bisa membahayakan bayi, seperti asma, bronkitis, atau pneumonia. 

Karena itu, jika ibu hamil mengalami batuk terus-terusan, dan disertai gejala lain seperti demam, sesak napas, menggigil, atau batuk darah, segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tanda dan gejala tersebut bisa menunjukkan komplikasi atau infeksi bakteri yang perlu ditangani dengan penggunaan antibiotik.

Bagaimana memilih obat batuk kering untuk ibu hamil?

Obat yang aman bagi ibu hamil berarti obat tersebut bisa mengatasi atau mengurangi gejala suatu penyakit yang diderita ibu tanpa memberikan efek negatif ke ibu dan bayi, atau paling tidak efek samping yang dirasakan sangatlah minimal. 

12 minggu pertama kehamilan merupakan waktu penting dimana organ dan jaringan janin sedang berkembang pesat. Karena itu dokter menyarankan untuk tidak mengonsumsi obat apapun selama waktu tersebut. Bahkan beberapa dokter membolehkan konsumsi obat di atas minggu ke 28 kehamilan. 

Namun, jika batuk kering yang dirasakan ibu hamil bertahan lama, sebaiknya temui dokter dan minta untuk meresepkan obat batuk kering. Guncangan yang disebabkan ketika batuk bisa menyebabkan otot perut merengan dan kontraksi berulang. Hal tersebut bisa memicu sakit perut dan membahayakan janin. 

Berikut ini beberapa obat batuk yang umum diresepkan oleh dokter. Sebagian dapat menyebabkan efek samping, sehingga harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter: 

  • Dextromethorpan
  • Parasetamol
  • Acetaminophen
  • Kalsium karbonat
  • Aspirin
  • Ibuprofen
  • Kodein
  • Naproxen
  • Bactrim

Biasanya dokter akan meresepkan obat batuk kering dalam bentuk sirup. Tapi tak jarang dokter memberikan obat tablet. 

Ada juga obat batuk kering yang bisa dibeli secara bebas (over-the-counter/OTC). Jika Anda berencana membeli obat bebas, hindari obat yang mengandung lebih dari satu bahan aktif untuk mengatasi banyak gejala. 

Tips meredakan batuk dengan cara alami 

Selain dengan mengonsumsi obat-obatan, ibu hamil juga bisa melakukan beberapa cara alami untuk meredakan batuk. Namun cara ini hanya bisa berhasil untuk batuk kering. 

Berikut ini beberapa tips meredakan batuk dengan cara alami yang bisa dicoba:

  1. Perbanyak istirahat. Jangan sampai kelelahan dan untuk sementara waktu hindari melakukan aktivitas yang terlalu berat.
  2. Perbanyak cairan dengan meminum 2 liter air atau lebih. Anda juga bisa mendapatkan cairan tambahan dari mengonsumsi makanan kaya serat dan sup. 
  3. Jika batuk disertai tenggorokan, berkumurlah dengan air garam hangat.
  4. Konsumsi teh hangat. Berikan tetesan madu atau lemon untuk meredakan sakit tenggorokan.  

Catatan

Jika Anda ingin mengonsumsi obat batuk kering yang dijual bebas, pastikan obat tersebut aman dikonsumsi ibu hamil. Anda juga bisa memastikannya dengan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker. Namun akan lebih aman jika Anda mengonsumsi obat batuk kering yang diresepkan dokter. 

Gunakan obat secara bijak, konsumsilah sesuai dosis yang disarankan dan sampai waktu yang ditentukan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *