Vaksin Pneumonia Cocok Untuk Lawan COVID-19? Efektif?

Tahukah Anda, Sebelum adanya vaksin untuk COVID-19 seperti Sinovac dan Astrazeneca, beberapa orang menggunakan Vaksin Pneumonia sebagai alternatif sementara. Lembaga Kesehatan asal Amerika, Kaiser Permanente pun menemukan bukti efektifitas vaksin pneumonia untuk menangkal virus COVID-19. Vaksin Peneumonia yang dimaksud adalah tipe PCV13. 

Sebenarnya, Fakta-fakta apa yang ada dibalik vaksin Pneumonia? Apa yang membuatnya jadi alternatif pengobatan sementara untuk lawan COVID-19? 

Vaksin Penumonia Bisa Mengurangi Resiko COVID-19

Mulanya, Vaksin Pneumonia digunakan untuk melindungi dari serangan bakteri pneumonia penyebat Influenza. Ternyata, seiring berjalannya waktu, percobaan membuktikan bahwa vaksin ini bisa mencegah efek buruk yang ditimbulkan dari COVID-19.

Seorang peneliti di Amerika mencoba mengumpulkan data negara mana yang memiliki tingkat vaksin pneumonia paling rendah. Hasilnya, Negara-negara seperti Spanyol, Italia, Peru, Cili, Brazil dan Belgia merupakan negara dengan tingkat vaksin pneumonia rendah. Negara-negara ini pun sempat mengalami lonjakan kasus COVID-19 lebih tinggi dari negara-negara lain. 

Nah, negara dengan tingkat pertambahan kasus COVID-19 yang rendah seperti Korea, Denmark, Jepang, Australia dan New Zealand diketahui menerapkan vaksin pneumonia pada bayi dan juga anak-anak. Tak hanya itu, beberapa pasien COVID-19 yang berada di Klinik terbesar di Amerika, Mayo Klinik, juga menunjukkan pemulihan kondisi yang lebih baik karena sudah vaksin pneumonia. 

Bukan hal yang mengherankan kalau Vaksin Penumonia bisa digunakan untuk melindungi diri dari COVID-19. Vaksin Penumonia bekerja dengan sistem “mimikri molekuler”. Ini artinya, antigen mikroba bereaksi dengan meniru antigen diri. Sistem kekebalan pun menganggap suatu mikroba terlihat seperti mikroba yang lain. Imunitas menganggap protein yang ditemukan dalam vaksin pneumonia terlihat mirip dengan protein yang diproduksi oleh virus COVID-19. 

Meskipun perlindungan vaksin pneumonia terhadap serangan COVID-19 tidak 100% mampu menangkal kemungkinan terpapar, namun setidaknya, vaksin ini bisa jadi salah satu alternatif untuk menangkal serangan virus COVID-19 bagi bayi dan anak-anak. Seperti kita tahu, vaksin COVID-19 khusus anak-anak dan bayi masih belum seberapa bagus untuk diedarkan. Tak hanya itu, sebenarnya vaksin rubella dan HIB pun juga mampu memberikan perlindungan untuk menangkal COVID-19 dengan sistem kerja “mimikri molekuler”

Nah, Kalau Sudah Tahu Manfaatnya, Kenapa Kok Vaksin Pneumonia Tidak Disebarkan Luas Untuk Tangkal COVID-19?

Tentu banyak dari anda yang bertanya-tanya, kenapa vaksin pneumonia tidak disebarkan dari dahulu? Kenapa harus menunggu kehadiran vaksin COVID masuk ke Indonesia? Well, memang vaksin penumonia memiliki manfaat yang bagus untuk memberikan perlindungan diri, terutama bagi bayi dan anak-anak. Namun, anda harus tahu bahwa jenis virus corona pun terus bermutasi menjadi varian baru. WHO pun dalam situs resminya juga memberikan statement bahwa vaksin peneumonia tidak efektif untuk melawan varian baru corona. 

Meski begitu, bagi anda yang ingin mendapatkan perlindungan ekstra, tetap disarankan untuk menggunakan vaksin ini guna melindungi penyakit pernafasan. Ini artinya, vaksin penumonia tetaplah dibutuhkan bagi anda yang punya komorbid penafasan. Kelompok umur bayi hingga anak-anak di atas 2 tahun juga lansia usia 65 tahun. Selain itu, kelompok penderita penyakit kronis seacam diabetes serta jantung sangat disarankan untuk suntik penumonia, selain suntik vaksin COVID-19. 

Perhatikan, bukan serta merta anda bisa melonggarkan protokol kesehatan setelah vaksin. Tetaplah gunakan masker kemanapun anda berada, jaga jarak, serta selalu  cuci tangan dan pakai hand sanitizer. Pastikan berjemur di pagi hari, bersihkan kamar dan cuci sprei 3 hari sekali supaya ruangan tidur terhindar dari virus. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *