Vitamin D Dalam Milna Biskuit Bayi

Salah satu MPASI yang sangat populer adalah Milna biskuit bayi. Produk ini adalah sebuah biskuit yang cocok untuk bayi usia 6 hingga 12 bulan. Teksturnya yang lembut membuat Milna biskuit bayi tidak akan menyebabkan bayi tersedak saat mengonsumsinya. Selain itu, MPASI ini dapat menstimulasi pertumbuhan gigi anak, sehingga gigi dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Salah satu zat yang terkandung di dalam Milna biskuit bayi adalah vitamin D. Namun sesungguhnya, apa nutrisi ini? Dan pentingkah untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal anak? Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendetail. 

Vitamin D yang terkandung di dalam Milna biskuit bayi dapat membantu mengatur jumlah kalsium dan fosfat yang ada di dalam tubuh. Kedua nutrisi tersebut sangat dibutuhkan untuk menjaga tulang, gigi, dan otot agar tetap sehat. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang seperti rakhitis pada anak, dan nyeri tulang yang disebabkan oleh kondisi yang dikenal dengan sebutan osteomalacia pada orang dewasa. 

Pada dasarnya, tubuh manusia akan menciptakan vitamin D sendiri lewat paparan sinar matahari langsung pada kulit saat berada di luar ruangan. Namun, vitamin D juga dapat ditemukan dalam jumlah kecil di beberapa jenis makanan, seperti hati, daging merah, kuning telur, ikan berminyak seperti salmon dan ikan herring, serta makanan yang difortifikasi vitamin D seperti Milna biskuit bayi. Sumber lain vitamin D adalah suplemen diet yang bisa Anda dapatkan secara over-the-counter atau OTC di apotek. 

Berapa banyak vitamin D yang Anda dan keluarga butuhkan?

Anak-anak usia 1 tahun ke atas dan orang dewasa membutuhkan sekitar 10 microgram vitamin D setiap harinya. Hal ini juga termasuk ibu hamil dan wanita yang sedang menyusui, serta orang-orang yang memiliki risiko defisiensi vitamin D. Sementara itu, bayi hingga usia 1 tahun membutuhkan sekitar 8,5 hingga 10 microgram vitamin D setiap harinya. 

Beberapa orang tidak akan membuat cukup vitamin D dari cahaya matahari karena mereka sedikit atau tidak sama sekali mendapatkan paparan sinar matahari. Untuk kasus ini, Anda direkomendasikan untuk mengonsumsi vitamin D dari suplemen dengan kadar 10 microgram, terutama apabila Anda jarang keluar, berada di sebuah institusi sepertu panti jompo, dan biasanya memakai pakaian yang menutupi seluruh kulit saat berada di luar ruangan. Jika Anda memiliki kulit yang gelap, misalnya Anda adalah seorang keturunan Asia atau Afrika, ada kemungkinan Anda tidak akan mendapatkan cukup vitamin D dari sinar matahari. Oleh karena itu, sangat direkomendasikan untuk Anda menimbang mengonsumsi suplemen vitamin D sebesar 10 microgram sepanjang tahun. 

Sementara itu, Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial merekomendasikan bayi dari usia 0 bulan hinga 1 tahun mendapatkan suplemen yang mengandung vitamin D sebesar 8,5 hingga 10 microgram setiap harinya jika bayi mendapatkan ASI dan diberi formula (dengan takaran kurang dari 500 ml setiap harinya. Hal ini disebabkan karena formula bayi sudah difortifikasi vitamin D). Bagi bayi yang sudah menyapih, MPASI seperti Milna biskuit bayi juga diperkaya dengan vitamin D. Penting untuk diingat bahwa terlalu banyak mengonsumsi vitamin D sangat tidak direkomendasikan dan dapat berakibat hypercalcaemia, yaitu terlalu banyak penumpukan vitamin D di dalam tubuh. Hal ini nantinya akan dapat melemahkan tulang dan merusak ginjal dan jantung. Konsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *